SRIPOKU.COM, BATURAJA – Para pedagang tempe di pasar tradisional Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mengeluhkan tingginya harga kacang kedelai serta plastik pembungkus di pasaran.

Kondisi ini membuat para perajin sekaligus pedagang harus memutar otak agar tidak gulung tikar.

Tina, salah seorang pedagang tempe di Pasar Korpri, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, mengungkapkan bahwa harga kacang kedelai impor yang menjadi bahan baku utama kini telah menembus angka Rp 11.000 per kilogram.

Sebelumnya, harga komoditas impor asal Amerika Serikat tersebut berkisar di angka Rp 9.000 per kilogram.

Sebagai informasi, Indonesia memang memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pasokan kedelai impor, di mana Amerika Serikat menjadi pemasok utama dengan menyumbang lebih dari 85 persen total impor nasional.

Kedelai asal Negeri Paman Sam ini lebih diminati para perajin karena ukurannya yang besar, seragam, serta lebih mudah diolah menjadi tempe dan tahu.

Selain kedelai, beban pedagang kian berat menyusul lonjakan harga plastik pembungkus yang naik drastis. Plastik yang biasanya dibeli dengan harga Rp 35.000 per pak, saat ini melonjak hingga Rp 60.000 per pak.

"Bukan naik lagi lah, tapi sudah pindah harga. Kami bingung kalau harga tempe dinaikkan pembeli pasti keberatan," keluh Tina saat dibincangi, Senin (18/5/2026).

Demi menyiasati kondisi tersebut dan menghindari kerugian tanpa harus menaikkan harga jual, para pedagang terpaksa mengambil jalan pintas dengan memperkecil ukuran tempe yang diproduksi.

Langkah penyesuaian ukuran ini rupanya bisa dimaklumi oleh konsumen.

Lita, salah seorang pembeli sekaligus ibu rumah tangga, mengaku tidak mempermasalahkan ukuran tempe yang menjadi lebih kecil, asalkan harganya tidak mengalami kenaikan.

Bagi ibu dua anak ini, tempe tetap menjadi menu andalan keluarga sebagai sumber protein pendamping ikan, ayam, dan telur yang ramah di kantong, terlebih di tengah naiknya berbagai harga kebutuhan dapur saat ini.

"Tidak masalah ukurannya diperkecil, yang penting harganya jangan dinaikkan karena budget belanja kita sama saja (tetap)," tutur Lita.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.