Bengkulu (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam.


"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan untuk hadir membantu masyarakat di tengah situasi darurat bencana," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi lewat pesan elektronik di Bengkulu, Selasa.


Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat terdampak banjir, sekaligus mendukung proses pemulihan pasca-bencana.


"Kami juga terus mendorong semangat gotong royong dan kolaborasi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan," kata Rusminto.







Penyaluran bantuan menjadi bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel untuk terus hadir mendukung masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat dan proses pemulihan pasca-bencana.


Bencana banjir yang terjadi berdampak pada delapan kecamatan, yakni Kecamatan Lebong Selatan, Amen, Lebong Sakti, Bingin Kuning, Rimbo Pengadang, Uram Jaya, Topos, dan Lebong Utara, dengan total 881 rumah terendam.


Selain itu empat sekolah juga terpaksa diliburkan akibat tingginya genangan air dan kondisi lingkungan yang belum memungkinkan proses belajar mengajar berlangsung normal. Padai sejumlah titik, tinggi genangan air bahkan mencapai lutut orang dewasa.


Pertamina Patra Niaga Sumbagsel memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan kebersihan, kebutuhan dasar, hingga perlengkapan makanan bayi guna membantu memenuhi kebutuhan harian masyarakat serta mendukung proses pemulihan pascabanjir, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi dan balita.







Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong Tantawi mengapresiasi kepedulian Pertamina kepada masyarakat terdampak.


"Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Dukungan dari berbagai pihak sangat membantu proses penanganan dan pemulihan pascabencana, khususnya bagi masyarakat yang terdampak cukup parah," kata Tantawi.


Hal senada disampaikan salah satu warga terdampak, Darmawi, yang rumahnya ikut terendam banjir. Dia menyebutkan bantuan seperti itu begitu dibutuhkan saat kondisi bencana.


"Air masuk sangat cepat hingga rumah kami terendam. Bagian belakang rumah juga tersapu arus banjir. Kami bersyukur masih banyak pihak yang peduli dan membantu kami di tengah kondisi seperti ini," ujar Darmawi.