Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Komunitas film di Lampung kembali menghadirkan ruang apresiasi sinema alternatif melalui kegiatan nonton bareng (nobar) series internasional hasil kolaborasi bersama Goethe-Institut Bandung di Sinia Coffe pada Sabtu (9/5/2026).
Partnership Lead Klub Nonton, Tiara Zulfa Elwani menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Seriale Indonesia 2026, ajang kompetisi dan festival series yang merupakan agenda diplomasi kebudayaan Indonesia–Jerman.
“Dalam pemutaran kali ini, penonton diajak menikmati episode-episode awal dari sejumlah series pemenang Seriale Indonesia 2026 yang berasal dari Indonesia, Jerman, hingga negara lainnya,” ujarnya Senin (11/5/2026).
Beberapa karya yang diputar antara lain Desa Timun – Friends From Germany (Special Screening), The Lost Boy Club sebagai Serial Indonesia Terbaik, Füxe sebagai Serial Jerman Terbaik, dan No One Around yang meraih predikat Serial Internasional Terbaik.
Pemilihan karya-karya tersebut bukan tanpa alasan. Penyelenggara menyebut bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi mereka untuk memperkenalkan beragam bentuk dan jenis film kepada masyarakat Lampung, khususnya para penggiat dan penikmat film.
Baca juga: Nobar Lintrik, Pemimpin Perusahaan Tribun Lampung Ajak Masyarakat Nonton
Melalui pemutaran ini, para penonton diharapkan memperoleh referensi baru, baik sebagai inspirasi berkarya maupun sebagai tontonan yang menghibur sekaligus edukatif.
“Selain menonton, audiens juga diajak berdiskusi agar mendapatkan perspektif baru mengenai perkembangan series di berbagai negara,” jelasnya.
Diskusi pasca-pemutaran turut menghadirkan dua narasumber yang aktif di bidang perfilman dan kebudayaan, yakni Lukman Hakim dan Nada Bonang.
Keduanya menjadi pemantik diskusi yang membahas bentuk penceritaan, distribusi film series, hingga perkembangan industri audiovisual internasional.
Kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi mengenai peluang yang ditawarkan oleh Seriale Indonesia 2026.
Tiara juga berharap semakin banyak sineas, khususnya pembuat film series dari daerah, mengetahui adanya jalur distribusi dan festival internasional yang dapat menjadi wadah apresiasi karya mereka.
Sebab, series pemenang Seriale Indonesia 2026 nantinya akan difasilitasi untuk didistribusikan ke berbagai festival series di Jerman, Spanyol, dan Brazil.
Tidak hanya itu, para pembuat film terpilih juga berkesempatan diberangkatkan ke Jerman, sebuah peluang yang dinilai langka sekaligus membanggakan bagi sineas muda Indonesia.
Meski digelar dengan jumlah penonton terbatas karena beberapa series memiliki rating 18+ dan memerlukan sensor mandiri, antusiasme peserta tetap tinggi.
Penonton merasa mendapatkan pengalaman baru karena dapat menyaksikan karya-karya internasional yang tidak mudah diakses secara umum, baik melalui bioskop maupun platform digital.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara ingin menyampaikan bahwa dunia audiovisual memiliki bentuk dan karakter yang sangat beragam di setiap negara.
Tidak hanya bagi penikmat film, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi para pembuat karya bahwa terdapat banyak jalur distribusi dan ruang apresiasi yang bisa dijangkau.
“Terus berkarya, dan ketika filmnya selesai, jangan hanya disimpan di harddisk,” tutup Tiara.
(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.