Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan lomba cerdas cermat (LCC) merupakan cara yang efektif untuk menginternalisasi empat pilar MPR RI kepada generasi muda, khususnya gen Z.


“LCC bukan sekedar lomba, diharapkan kegiatan ini menjadi cara yang efektif untuk menginternalisasi empat pilar MPR RI sehingga tantangan besar gen Z menghadapi era disrupsi dapat terkoreksi,” kata dia dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin.


HNW mengatakan lewat kegiatan LCC Empat Pilar MPR RI 2026, generasi muda dipersiapkan untuk menyambut Indonesia Emas 2045.


Menurut dia, kini adalah saat yang tepat untuk menyiapkan generasi muda menyongsong masa keemasan Indonesia. Langkah ini mengikuti jejak para pendahulu bangsa yang mempersiapkan kelahiran NKRI sejak berusia muda.


“Saat ini, 20 tahunan sebelum Indonesia Emas 2045 hadir, hukum sejarah mengatakan kalau ingin mengetahui bagaimana nasib bangsa 20 tahun yang akan datang lihatlah kejadian apa pada 20 tahun sebelumnya,” ucap dia.







Menurut HNW, melalui LCC, para peserta yang terdiri atas pelajar sekolah menengah atas tidak hanya diasah untuk menghapal, tetapi juga memahami dan melaksanakan empat pilar kebangsaan.


Dengan begitu, kata dia, para peserta diharapkan bisa menjadi pribadi yang Pancasilais, berperikemanusiaan, dan menerima persatuan sehingga tidak mudah tertipu oleh propaganda paham maupun kelompok tertentu.


“Dengan demikian, Insya Allah Indonesia tahun 2045 benar-benar bisa diisi oleh generasi emas yang mencintai bangsa dan negara serta bahkan bisa mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka,” ucapnya.


Adapun HNW pada Sabtu (9/5) membuka LCC Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak. Dalam sambutannya, HNW mengenang jasa Sultan Hamid II, tokoh asal Kalbar, dalam merancang lambang negara.







Menurut dia, Burung Garuda Pancasila yang dirancang Sultan Hamid II mampu menjadi lambang yang diterima dan menjaga eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia menyebut lambang ini sebagai karya monumental yang layak diapresiasi.


“Oleh karena itu, saya sangat mendukung usulan dari Kalimantan Barat agar Syarif Abdul Hamid Alkadrie dianugerahi gelar sebagai pahlawan nasional,” ucap HNW.


Dia pun mengajak generasi muda Kalimantan Barat untuk bekerja keras menghadirkan kemenangan mengikuti jejak Sultan Hamid II. Kemenangan itu bukan semata juara lomba, tetapi juga dalam mengamalkan empat pilar kebangsaan.