Barcelona resmi melayangkan surat protes ke UEFA usai dieliminasi oleh Atletico Madrid pada perempat final Liga Champions 2025-2026.
Blaugrana disingkirkan oleh rival senegaranya itu dengan agregat 2-3 usai bertanding dua leg.
Pada leg pertama yang berlangsung di Camp Nou, Barcelona takluk 0-2 dari Atletico Madrid, Kamis (9/4/2026) WIB.
Sepekan berselang, raksasa Catalunya itu hanya menang tipis dengan skor 2-1 di markas Los Rojiblancos, Rabu (15/4/2026) WIB.
Hasil di dua leg tersebut membuat Los Cules harus angkat koper dan tereliminasi dari Liga Champions 2025-2026.
Siapa sangka, hasil di dua pertandingan ini tak diterima dengan lapang dada oleh tim yang dilatih Hansi Flick tersebut.
Hasil di dua pertandingan tersebut dinilai Barcelona tercoreng oleh keputusan wasit yang memimpin laga, yakni Istvan Kovacs (Rumania) dan Clement Turpin (Prancis).
Kepemimpinan dua wasit tersebut lantas membuat mereka melayangkan surat protes ke penyelenggara kompetisi, UEFA.
Surat protes ini berisikan keresahan Barcelona yang menganggap Kovacs dan Turpin membuat keputusan tak sesuai dengan peraturan permainan atau law of the game.
"Barcelona telah mengajukan pengaduan kepada UEFA terkait kinerja wasit dalam pertandingan perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid," bunyi surat tersebut.
"Klub menganggap bahwa, di kedua leg pertandingan, beberapa keputusan wasit tidak sesuai dengan Peraturan Permainan."
"(Keputusan ini) diakibatkan oleh penerapan peraturan yang salah dan kurangnya intervensi yang tepat oleh sistem VAR dalam insiden yang jelas signifikan."
"Akumulasi kesalahan-kesalahan ini berdampak langsung pada jalannya pertandingan dan hasil akhir pertandingan, menyebabkan kerugian olahraga dan finansial yang signifikan bagi klub."
"Melalui pengaduan ini, klub menawarkan ke UEFA untuk bekerja sama dengan tujuan untuk meningkatkan sistem perwasitan," lanjut pernyataan itu, dikutip BolaSport.com dari laman resmi klub.
Surat protes ini merupakan aksi lanjutan dari protes yang dilakukannya setelah pertandingan leg pertama.
Setelah leg pertama kontra Atletico, Barcelona telah memberitahu layanan hukumnya untuk melayangkan protes ke induk sepak bola Uni-Eropa itu.
Pada surat protes pertamanya, Blaugrana bahkan mengklaim pengadil lapangan, Istvan Kovacs, tidak mematuhi pertarutan.
Sayangnya surat protes usai leg pertama belum mendapat tanggapan dari UEFA, pun dengan surat protes terbarunya pasca-leg kedua.
Terlepas dari komplain tersebut, Barcelona menahan malu setelah tersingkir di babak perempat final Liga Champions 2025-2026.
Pasalnya eliminasi ini merupakan eliminasi kedua setelah musim lalu langkahnya terhenti di babak semifinal.
Pada musim lalu, Los Cules tersingkir di tangan Inter Milan dengan agregat 6-7 setelah imbang 3-3 di leg pertama dan kalah 3-4 di leg kedua.
Setelah tersingkir, mereka juga sempat memprotes kepemimpinan wasit Szymon Marciniak yang kemudian diabaikan oleh UEFA, seperti laporan dari Football Italia.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.