TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengungkap fakta di balik kepindahan Eliano Reijnders ke kompetisi sepak bola Indonesia.

Pemain serba bisa yang kini menjadi pilar Persib Bandung tersebut ternyata merupakan target utama yang ingin diboyong Jansen ke Stadion Kapten I Wayan Dipta pada awal musim ini.

Kedekatan emosional menjadi alasan utama Jansen memburu tanda tangan adik kandung bintang Manchester City, Tijjani Reijnders tersebut. 

Baca juga: Bali United Menyerah 3-2 Lawan Persib, Gol Balasan Yachida dan Bruijn Gagal Antar Tim Amankan Poin

Keduanya pernah bekerja sama selama dua tahun di klub Belanda, PEC Zwolle. 

Jansen mengaku sangat mengenal kualitas Eliano dan merasa sang pemain akan menjadi tambahan kekuatan yang sempurna bagi skuad Serdadu Tridatu.

"Saya sebenarnya ingin membawanya ke Bali United, tetapi dia membuat pilihan untuk bergabung dengan Persib," ungkap Johnny Jansen usai laga pekan ke-27 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu 12 April 2026. 

Baca juga: PERSIB Bandung Vs Bali United Skor 3-2 di GBLA, Tertahan di Posisi Kesepuluh, Serdadu Menyerah!

"Ketika saya berada di sana selama dua tahun bersama PEC Zwolle, saya rasa Eliano memainkan banyak pertandingan. Saya sangat senang bekerja sama dengannya," jabar dia. 


Meski keinginannya untuk bereuni di Bali kandas, pelatih asal Belanda itu tetap menghormati keputusan Eliano. 


Baginya, langkah Eliano meninggalkan Eredivisie untuk mencicipi atmosfer BRI Super League adalah sebuah lompatan karier yang berani dan tepat, terutama demi mendapatkan menit bermain yang lebih reguler.


Jansen mencermati bahwa saat masih di Belanda, Eliano seringkali berada dalam situasi sulit di mana ia tidak selalu menjadi pilihan utama. 


Namun, di bawah asuhan Bojan Hodak di Persib, Eliano menjelma menjadi pemain yang konsisten dengan catatan mencapai 30 penampilan serta kontribusi dua assist sepanjang musim ini.


"Eliano membuat pilihan untuk bermain di sini. Sebelumnya di Belanda, dia terkadang bermain, terkadang duduk di bangku cadangan," ucapnya. 


"Menurut saya dia membuat pilihan yang bagus karena ini adalah petualangan baru dan dia belajar dari situ. Oke, memang (Eliano,-Red) bisa bermain di level yang lebih tinggi di Belanda, tetapi saya pikir dia telah membuat pilihan yang tepat," tambah Jansen.


Ironisnya, Eliano justru menjadi salah satu aktor protagonis yang memberikan luka bagi Jansen dan Bali United. 


Dalam laga pekan ke-27 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu 12 April 2026, Bali United harus menyerah dengan skor tipis 2-3 dari Persib. 


Eliano tampil gemilang dan terlibat langsung dalam proses gol kedua Maung Bandung yang dicetak Luciano Guaycochea, setelah tendangan kerasnya gagal diamankan dengan sempurna oleh kiper Mike Hauptmeijer.


Di tengah moncernya performa Eliano, jagat sepak bola Indonesia juga sempat diguncang isu Passport Gate yang menyeret beberapa pemain diaspora di Liga Belanda. 


Menanggapi hal tersebut, Jansen menilai fenomena ini seharusnya menjadi pelajaran bagi otoritas terkait untuk lebih cekatan dalam membuat regulasi agar tidak merugikan pemain.


"Mengenai Passport Gate, saya tidak tahu harus berkata apa soal itu. Itu bukan masalah saya. Menurut saya, mereka harus membuat aturan yang jelas," kata Jansen.


"Kita sering membicarakannya setelah masalah muncul, padahal seharusnya kita menyelesaikannya sebelum terjadi. Itulah hal yang paling penting," sambungnya. 


Bagi Jansen, kondisi yang mulai kondusif saat ini menguntungkan para pemain seperti Justin Hubner hingga Nathan Tjoe-A-On yang sempat terdampak. 


Namun, ia kembali menekankan bahwa bagi pemain seperti Eliano atau bahkan Thom Haye, hijrah ke Indonesia adalah langkah aman sekaligus menguntungkan di tengah ketidakpastian tersebut.


Kekalahan Bali United dari Persib semakin mengukuhkan posisi Maung Bandung di puncak klasemen dengan 64 poin. (*) 

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.