TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PSMS Medan kembali dihadapkan pada situasi sulit jelang laga lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu harus memulangkan dua pemainnya ke Kota Medan, Zikri Ferdiansyah dan Felipe Cadenazzi, akibat akumulasi kartu. Kedua pemain tersebut dipastikan absen saat PSMS Medan menghadapi Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (11/4). Sanksi itu didapat usai pertandingan kontra Persikad Depok yang berlangsung Minggu (5/4) lalu.

Absennya dua pemain ini menjadi pukulan telak bagi PSMS Medan. Pasalnya, Felipe Cadenazzi selama ini menjadi andalan di lini depan sekaligus motor serangan tim. Kehilangan striker asal Argentina tersebut membuat daya gedor PSMS berpotensi menurun drastis.

Di sisi lain, Zikri Ferdiansyah yang biasa mengisi lini pertahanan juga tak kalah penting. Tanpa kehadirannya, sektor belakang PSMS kian rapuh, terlebih tim juga masih kehilangan Erwin Gutawa yang turut menjalani hukuman akumulasi kartu.

Kondisi ini membuat PSMS Medan mengalami krisis pemain bertahan. Saat ini, praktis hanya tersisa Moch Jody sebagai opsi utama di lini belakang.

Pelatih kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengakui timnya tengah dalam situasi kekurangan pemain. Ia mengatakan, setelah laga melawan Persikad, tim sempat diliburkan sehari sebelum kembali menggelar latihan dan evaluasi.

“Pasca lawan Persikad kemarin kita libur sehari dan mulai latihan serta evaluasi. Kita persiapkan pemain untuk menghadapi Garudayaksa. Pemain yang tidak bisa main langsung kembali ke Medan karena akumulasi, ada Zikri dan Felipe,” ujar Eko kepada Tribun Medan melalui seluler, Kamis (9/4).

Eko tak menampik kondisi ini membuat staf pelatih harus memutar otak lebih keras. Meski begitu, ia menegaskan akan memaksimalkan pemain yang tersedia demi meraih hasil positif. “Iya, kita memang kekurangan pemain. Tapi kita optimalkan yang ada sekarang supaya bisa tampil maksimal melawan Garudayaksa. Kita tetap fight dengan pemain yang siap,” katanya.

Untuk mengisi kekosongan, Eko menyebut masih memiliki sejumlah opsi pemain khususnya untuk lini depan seperti Clayton, Rudiyana, Zaki Ali, dan Zaki Alim. Ia juga membuka peluang perubahan strategi, tergantung kondisi terakhir skuad. “Strategi bisa saja berubah. Kita lihat materi pemain karena banyak yang absen, seperti Erwin, Zikri, dan Felipe. Budhiar juga masih kita pantau setelah cedera, begitu juga Saddam Tenang,” jelasnya.

Meski dalam kondisi pincang, PSMS Medan tetap memasang target mencuri poin di laga tandang. Eko mengingatkan bahwa Garudayaksa FC kini bukan tim yang bisa dianggap remeh, apalagi setelah melakukan pergantian pelatih kepala dan mendatangkan sejumlah pemain baru pada bursa transfer paruh musim beberapa waktu lalu.  “Target kita tetap ambil poin di laga away. Garudayaksa sudah ganti head coach dan ada beberapa pemain baru, jadi kita harus tetap waspada,” pungkasnya.

Baca juga: Turunkan 16 Petinju di Kejurda, Pertina Medan Incar Minimal Tujuh Emas

Seperti diketahui, Peluang PSMS Medan untuk meraih tiket promosi ke Super League musim depan akhirnya benar-benar tertutup. Hasil imbang 2-2 saat menghadapi Persikad Depok di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (5/4), menjadi titik akhir perjuangan Ayam Kinantan untuk bersaing di papan atas Grup A Pegadaian Championship musim 2025/2026.

Tambahan satu poin dari laga tersebut membuat PSMS Medan kini mengoleksi 31 poin dan tertahan di peringkat ke-6 klasemen sementara. Raihan itu didapat dari delapan kemenangan, tujuh hasil imbang, dan delapan kekalahan dari total 23 pertandingan yang telah dijalani.

Secara matematis, peluang PSMS memang sudah tidak memungkinkan lagi untuk menembus zona promosi. Meski masih menyisakan tiga pertandingan, poin maksimal yang bisa diraih PSMS hanya mencapai 40 angka, jika mampu menyapu bersih seluruh laga tersisa. Namun, jumlah tersebut tetap belum cukup untuk mengejar pemuncak klasemen Adhyaksa FC yang saat ini telah mengoleksi 44 poin. Bahkan, untuk sekadar menyamai perolehan poin pun sudah tidak mungkin tercapai.

Situasi serupa juga terjadi dalam perebutan posisi runner-up. Garudayaksa FC yang menempati peringkat kedua telah mengumpulkan 42 poin, angka yang juga sudah berada di luar jangkauan PSMS Medan. Di sisi lain, persaingan papan tengah juga berlangsung ketat. FC Bekasi City, Persiraja Banda Aceh dan Sumsel United FC sama-sama mengoleksi 37 poin di posisi ketiga, keempat dan kelima.

PSMS sendiri masih harus menjaga posisinya dari kejaran Persikad Depok yang kini mengoleksi 30 poin di peringkat ketujuh. Di bawahnya terdapat PSPS Pekanbaru dengan 28 poin, Persekat Tegal 23 poin, serta Sriwijaya FC yang masih terpuruk di dasar klasemen dengan dua poin. (cr29/Tribun-Medan.com)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.