TRIBUNNEWS.COM - Transfer kepindahan attacante (penyerang) baru AC Milan, Andrej Kostic, meninggalkan luka bagi salah satu legendanya.
Yap, AC Milan menunjukkan keseriusan dalam membangun skuad guna mengarungi musim 2026/2027, khususnya dalam menandai comeback mereka ke Liga Champions.
Satu di antara langkah aktif AC Milan ialah mendapatkan striker baru untuk bursa transfer pemain musim panas 2026.
Rossoneri resmi mendapatkan tanda tangan penyerang muda asal Montenegro, Andrej Kostic.
Pemain berusia 19 tahun itu didatangkan dari Fudbalski Klub (FK) Partizan. Transfer ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang AC Milan dalam mengembangkan talenta muda.
Kostic memang sudah lama masuk radar AC Milan.
Negosiasi bahkan telah berlangsung sejak akhir tahun lalu sebelum akhirnya mencapai kesepakatan.
Sang pemain tiba di Milan pada akhir pekan lalu untuk menjalani tes medis. Proses tersebut berjalan lancar sebelum pengumuman resmi dirilis klub.
Meski sudah resmi direkrut, Kostic baru akan bergabung penuh pada 1 Juli 2026. Ia akan menuntaskan musimnya lebih dulu bersama Partizan.
Menukil dari laman SempreMilan, Kostic ditempatkan di akademi AC Milan, yakni Milan Futuro. Hal ini wajar mengingat usianya yang masih terlalu hijau untuk langsung diplot sebagai ujung tombak penyerangan tim.
Mereka tidak sekadar membeli pemain, tetapi membangun masa depan klub.
Baca juga: Ironisnya Gianluigi Donnarumma, 2 Sejarah Emas yang Terlewat Bersama Italia & AC Milan
“AC Milan dengan senang hati mengumumkan perekrutan Andrej Kostic dari Fudbalski Klub Partizan, yang akan bergabung dengan klub mulai 1 Juli 2026."
“Penyerang kelahiran 2007 ini akan menjadi bagian dari Proyek Milan Futuro, yang didedikasikan untuk pertumbuhan dan pengembangan bakat muda.”
Namun keputusan ini menjadi tanda tanya besar. Mengingat, bersama Partizan, Kostic sudah mencetak 11 gol dan satu assist dalam 34 pertandingan di kompetisi resmi Serbia.
Namun aktivitas transfer AC Milan dalam penandatanganan Andrej Kostic meninggalkan kesan berbeda dari legendanya. Dia adalah Dejan Savicevic.
Selain statusnya kini sebagai Ketua Federasi Sepak Bola Montenegro, Dejan Savicevic merupakan mantan pemain AC Milan dari tahun 1992 hingga 1998.
Menariknya, Dejan Savicevic merupakan orang pertama yang menawarkan Kostic untuk bergabung dengan mantan klubnya itu.
Sayang, kesuksesan AC Milan mendatangkan Kostic meninggalkan kesan kurang menyenangkan bagi legendanya tersebut.
Dalam pengakuan Dejan Savicevic, dirinya merasa disalip secara 'hierarki'. Sebab, dia merasa yang menyodorkan Kostic untuk direkrut Il Diavolo Rosso, julukan AC Milan.
Meski tidak secara terbuka, Savicevic diabaikan begitu saja dalam proses penandatanganan penyerang timnas Montenegro tersebut.
"Tidak ada seorang pun dari AC Milan yang menghubungi saya, dan mereka juga tidak meminta saya (sebagai penjembatan komunikasi-red)," keluh Savicevic dalam wawancaranya kepada Meridian Sport.
Dalam penilaiannya, langkah AC Milan menempatkan Kostic di tim akademi juga dipandang sebagai langkah yang salah.
Kostic, dalam opini legenda AC Milan itu, lebih baik dipinjamkan ketimbang berada di tim akademi.
"Sekarang giliran Andrej untuk bersinar, tetapi terserah mereka untuk memberinya waktu bermain yang cukup," sambung legenda AC Milan, yang semasa aktif sebagai pesepak bola berposisi sebagai gelandang serang.
"Saya tidak setuju dia pergi ke tim Primavera. Dia sudah bermain untuk tim nasional senior selama dua tahun, jadi lebih baik dipinjamkan ke klub lain," pungkas pria berusia 59 tahun ini.
(Tribunnews.com/Giri)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.