TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Satlantas Polres Padang Panjang mendirikan empat posko selama Operasi Ketupat Singgalang 2026.
Diketahui, Operasi Ketupat Singgalang 2026 di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) digelar selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, saat dihubungi TribunPadang.com, Selasa (10/3/2026).
Operasi ini bertujuan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dengan menyiagakan ribuan personel di titik strategis, termasuk persiapan rekayasa lalu lintas.
Baca juga: Jalur Lembah Anai Dibuka 24 Jam dari H+4 hingga H+10 Lebaran 2026, Terbatas untuk Roda Dua dan Empat
AKP Pifzen mengatakan bahwa empat posko Operasi Ketupat Singgalang 2026 didirikan di Lembah Anai, Rest Area Silaing Bawah, Pasar Kuliner, dan di depan MAN Koto Baru.
Lokasi pendirian posko ini dipilih karena merupakan daerah rawan macet selama arus mudik dan balik Lebaran.
"Titik-titik ini selalu rawan macet, jadi pos kita dirikan di sana, namun pendiriannya tanggal 12 Maret nanti," sebutnya.
Sementara itu, total personel Satlantas Polres Padang Panjang yang ditempatkan selama operasi tersebut berjumlah 150 orang.
Baca juga: Rumah di Padang Selatan Nyaris Ludes Akibat Minyak Kompor Tumpah, Beruntung Warga Sigap Membantu
Lalu, masing-masing posko ditempatkan sebanyak 20 personel. Sisanya ujar AKP Pifzen bakal mengatur lalu lintas di lokasi lainnya.
Seperti di Pasar Koto Baru, Padang Panjang juga rawan kemacetan, sehingga perlu pengaturan arus lalin di sana oleh petugas.
"Lokasi ini memang macet di hari biasa, selain ketika arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri 2026 nanti," tambahnya.
Polda Sumatera Barat memetakan sejumlah titik rawan kemacetan di berbagai daerah yang diprediksi mengalami lonjakan kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026. Sejumlah strategi penguraian kemacetan pun disiapkan agar lalu lintas tetap lancar.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol M Reza Chairul Akbar Sidiq, mengatakan kepolisian telah mengidentifikasi beberapa kawasan yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan, terutama di jalur utama menuju daerah wisata dan lintasan antar kota.
“Beberapa titik rawan kemacetan sudah kami petakan, mulai dari kawasan pasar, simpang jalan, hingga jalur menuju destinasi wisata yang biasanya dipadati kendaraan saat libur Lebaran,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Di Kabupaten Padang Pariaman misalnya, potensi kemacetan diperkirakan terjadi di perlintasan Pasar Usang, Pasar Lubuk Alung, Pasar Sicincin hingga Simpang Manunggal.
Baca juga: Operasi Ketupat 2026 di Sumbar Libatkan 4.427 Personel, Rekayasa Lalin Disiapkan di Lembah Anai
Kemudian di Kota Padang Panjang, kepadatan kendaraan diprediksi terjadi di Simpang Mifan, kawasan Sate Mak Syukur, serta Simpang MTsN Gantiang.
Sementara di Kabupaten Tanah Datar, titik rawan macet berada di kawasan Rumah Makan Sukur, Lembah Anai, Rumah Makan Aie Badarun, hingga Pasar Koto Baru.
“Di Kabupaten Agam juga ada sejumlah simpang yang menjadi perhatian, seperti Simpang Padang Dua, Simpang Jambu Aia, Simpang Biaro, Simpang Tanjung Alam, Simpang Canduang, serta Pasar Baso,” jelasnya.
Selain itu, kepadatan kendaraan juga diprediksi terjadi di Simpang Piladang dan Lembah Harau di Kabupaten Limapuluh Kota, Simpang Bypass Mandiangin di Kota Bukittinggi, kawasan Danau Kembar dan Simpang Lubuk Selasih di Kabupaten Solok, serta Simpang Salayo di Kota Solok.
Baca juga: Polda Sumbar Berlakukan One Way di Lembah Anai Selama Arus Mudik Lebaran 2026
Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, Polda Sumbar menyiapkan sejumlah strategi penguraian kemacetan, di antaranya dengan mendirikan pos terpadu di jalur strategis.
Pos tersebut akan ditempatkan di jalur utama seperti Padang Panjang, Padang Tarok, dan Lembah Anai, serta di beberapa titik lain di luar jalur one way seperti Simpang Padang Luar, Sicincin, dan Simpang Ombilin Singkarak.
Selain itu, kepolisian juga menerapkan pengaturan lalu lintas secara situasional atau dynamic traffic management, yakni penyesuaian pola rekayasa lalu lintas berdasarkan kondisi di lapangan secara real time.
“Petugas di lapangan bersama Dinas Perhubungan akan melakukan pengaturan secara situasional jika terjadi peningkatan volume kendaraan,” katanya.
Baca juga: Festival Takbir Keliling Idul Fitri 1447 H di Pariaman, Perdana Libatkan Anak-Anak dan Remaja
Penguatan manajemen simpang juga menjadi langkah penting untuk menghindari penumpukan kendaraan, terutama di kawasan wisata.
Pengaturan keluar-masuk kendaraan akan dilakukan secara bertahap, termasuk memanfaatkan kantong parkir sementara agar tidak mengganggu arus utama.
Di sisi lain, Polda Sumbar juga mengoptimalkan penyebaran informasi lalu lintas kepada masyarakat melalui media sosial, radio, serta papan informasi di jalur mudik.
Informasi yang disampaikan mencakup jadwal rekayasa lalu lintas, kondisi kepadatan kendaraan, hingga jalur alternatif.
Selain itu, teknologi pemantauan lalu lintas juga dimanfaatkan melalui drone dan sistem kecerdasan buatan yang terhubung dengan Regional Traffic Management Center (RTMC) untuk mendeteksi potensi kemacetan lebih dini.
“Kami berharap dengan pemetaan titik rawan dan strategi penguraian ini, arus mudik dan balik Lebaran di Sumatera Barat dapat berjalan lebih lancar dan aman,” ujarnya.(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.