ISABELLA BONOTTO/AFP


Luciano Spalletti (kiri) berbicara dengan Kenan Yildiz dalam laga Liga Italia antara Juventus vs Como di Allianz Stadium Turin (21/2/2026).

BOLASPORT.COM - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, tak ingin membebankan kesalahan kepada satu orang pemain saja ketika timnya dilanda krisis.

I Bianconeri melanjutkan tren negatif di pekan ke-26 Liga Italia.

Juventus keok dua gol tanpa balas saat menjamu klub milik Grup Djarum, Como, di Allianz Stadium Turin (21/2/2026).

Semua gol itu terjadi karena andil kesalahan anak asuh Luciano Spalletti.

Gol pertama yang dicetak Mergim Vojvoda diawali umpan tanggung Weston McKennie yang gagal mencapai Manuel Locatelli.

Kegagalan kiper Michele Di Gregorio saat menghalau tembakan Vojvoda hingga menyebabkan bola memantul masuk di area tiang dekat punya peran tambahan.

Adapun gol kedua Como yang dibikin Maxence Caqueret juga dipengaruhi keragu-raguan Di Gregorio saat menghadapi ancaman lawan.

Kiper jebolan Inter Milan itu meninggalkan sarangnya dan meninggalkan ruang besar untuk dimanfaatkan Caqueret.

Wajar sosok Di Gregorio dianggap biang kerok utama dari kekalahan Si Nyonya Tua.

Juventus sedang dilanda krisis tiga kekalahan beruntun, masing-masing dari Inter (2-3), Galatasaray (2-5), dan kini Como (0-2).

Meskipun begitu, Spalletti tak mau menunjuk hidung Di Gregorio seorang. Dia menilai kondisi buruk ini merupakan tanggung jawab kolektif di skuad.

"Kami telah kebobolan gol dari tembakan on target pertama (oleh lawan) sebanyak 13 kali, dan kesulitan secara mental untuk bereaksi," katanya.

"Musuh utama kami adalah kami sendiri," tegas mantan pelatih timnas Italia, dikutip BolaSport.com dari Sportmediaset.

Spalletti menganggap pasukannya dilanda kelemahan karakter dan kepercayaan diri.

"Kami baru saja melewati periode penuh semangat dan bermain dengan sangat baik. Setelah itu, semangat dan kepercayaan diri sedikit memudar," lanjutnya.

"Kesalahan yang dibuat akan menghukum Anda, membuat Anda tertinggal sejak awal."

 

"Di Gregorio sejalan dengan rekan-rekannya, dia tidak memiliki tanggung jawab lebih berat dari yang lain."

"Kesalahan pertama dalam proses gol itu adalah umpan balik yang ceroboh."

"Dia mungkin bisa melakukan yang lebih baik, tapi kami juga tidak boleh kehilangan bola-bola seperti itu."

"Segalanya bergantung pada keyakinan, lawan pertama kami adalah diri kami sendiri."

"Jika bersikap benar secara mental dan teknis, kami bisa bersaing. Di level ini, kami tidak bisa berharap pada hasil apa pun."

"Situasi sulit yang Anda alami selalu menjadi tanggung jawab semua orang," kata Spalletti lagi.

Kekalahan dari Como membahayakan posisi Juventus dalam misi membidik empat besar atau masuk Zona Liga Champions.

Saat ini Bianconeri duduk di peringkat lima, hanya terpaut satu angka di atas Como dan minus sekeping dari AS Roma.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.