Empat anak di Tangsel jadi korban pencabulan seorang remaja laki-laki. Dugaan pencabulan terungkap karena adanya kecurigaan guru saat melihat bekas kemerahan di leher korban.



Empat anak laki-laki di bawah umur dilaporkan mengalami dugaan pelecehan dari remaja laki-laki berinisial E. Keempat korban antara lain A (11), I (5), M (3) dan satu anak tetangga yang tak disebutkan inisialnya.



Peristiwa pencabulan ini terjadi di sebuah kontrakan di kawasan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten. Kini kasus ini tengah dalam penyelidikan Unit PPA Polres Tangerang Selatan.



H, ibu dari korban A, I dan M, menceritakan kronologi awal 4 anak Tangsel jadi korban pencabulan dari E. Kasus dugaan pencabulan baru terungkap setelah H dipanggil oleh guru dari anaknya, A, pada Kamis (5/2/2026).



Sang guru mengatakan bahwa salah seorang siswanya, yakni teman A, memiliki bekas kemerahan di leher. Siswa tersebut mengaku bekas merah tersebut akibat dicium oleh A.



"Teman anak saya ini korban juga. Sempat dipanggil sama guru, kan. Ditanyalah sama guru, kenapa lehernya merah. Dia bilang, dicium sama anak saya," ujar H, dikutip dari Kompas.com.



Pihak sekolah juga telah memanggil A untuk dimintai keterangan lebih lanjut di ruang kepala sekolah. Dari sini terungkap bahwa kedua bocah tersebut melakukan hal tidak senonoh karena disuruh oleh E, sepupu dari A.



"Mereka jawab sejujurnya-jujurnya. Dia bilang 'ada yang nyuruh'. Siapa yang nyuruh namanya? 'E'," kata H.



E diduga menyuruh korban untuk melakukan hal tidak pantas tersebut sebelum akhirnya melakukan perbuatan serupa terhadap mereka. Mirisnya, kejadian ini tak hanya menimpa A dan temannya, tapi juga adiknya, I.



Korban Diberi Kopi Campur Obat



I juga mengalami dugaan pencabulan dari E sebanyak 4 kali di rumah kontrakan mereka dalam waktu yang berbeda. Awalnya, H menyebut anaknya, I mengeluh sakit di bagian anusnya, namun ia tidak menaruh curiga.



"Awalnya anak saya sempat mengeluh sakit. Saya pikir sakit biasa, enggak kepikiran ke situ," jelas H.



Ibu korban mengira anaknya hanya mengalami masalah pencernaan biasa. Ia pun membelikan pepaya untuk mengatasinya.



Namun keluhan I berulang selama beberapa hari. Hal ini pun membuatnya curiga hingga akhirnya I mengaku telah dicabuli oleh E.



Sebelum melakukan perbuatannya, E memberikan kopi yang telah dicampur obat untuk diberikan kepada anak-anak tersebut. I juga mendapatkan ancaman dari pelaku jika menceritakan hal yang ia alami kepada orang lain.



"Pas hari Sabtu itu kejadiannya di rumah saya, di kontrakan saya. Jadi anak-anak banyak di kontrakan saya itu, dikasih kopi yang udah dicampur obat. Anak-anak sebelum dicabuli itu ya dikasih minum obat sama kopi, gitu," kata H.



Usai mengetahui anaknya menjadi korban, H pun mendatangi rumah E dan mengamuk di sana. H berdebat dengan keluarga pelaku namun tidak menemukan titik temu.



H kemudian melaporkan kasus pencabulan ini ke Polres Tangerang Selatan bersama dengan orangtua korban lainnya.



"Yang melaporkan tetangga saya, orangtua anak yang juga jadi korban," lanjut H.



Pemulihan Psikologis



Dari pemeriksaan medis 4 anak di Tangsel jadi korban pencabulan, dampak yang paling parah dialami oleh I yang baru berusia 5 tahun. Pasalnya, setiap kali mencoba untuk melawan, I selalu ditekan dan diancam oleh pelaku.



Sementara itu, M (3) juga turut mendapatkan dampak psikologis karena melihat pelecehan yang terjadi. Kini keempat korban mendapatkan pendampingan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tangerang Selatan.



Kepala UPTD PPA Kota Tangerang Selatan, Tri Purwanto memastikan pihaknya telah melakukan monitoring dan pendampingan terhadap korban sejak menerima laporan.



"Iya, sudah kita dampingi," kata Tri, dikutip dari TribunTangerang.com.



Layanan pendampingan yang diberikan antara lain konseling awal untuk membantu memulihkan kondisi psikologis korban.



"Konseling awal," lanjutnya.



Lebih lanjut, laporan kasus dugaan 4 anak di Tangsel jadi korban pencabulan hingga saat ini tengah ditangani oleh Polres Tangerang Selatan. Laporan dibuat pada tanggal 10 Februari 2026 dengan terlapor E.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.