TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Arsad (52), seorang petani kelapa asal Sungai Intan, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau tanpa sengaja menelan paku.

Tak tanggung-tanggung, paku yang ditelannya berukuran dua inci atau sepanjang 5 centimeter.

Paku tersebut selama 9 hari bersarang di paru-parunya. 

 

KRONOLOGI Paku Tertelan Masuk Mulut

Peristiwa itu terjadi pada Senin (26/1/2026) sore, pekan lalu. Saat itu Arsad tengah memasang jendela rumah. 

Seperti kebiasaan yang kerap ia lakukan, beberapa paku ia letakkan di mulut untuk memudahkan pekerjaan.

“Ada tiga paku. Saya ambil satu, tinggal dua. Mau ambil satu lagi, tiba-tiba satu jatuh, satu lagi masuk ke dalam (mulut),” tutur Arsad, mengenang kejadian tersebut.

Baca juga: Viral Anggota Dishub Jaktim Pinjam Magnet Relawan Ranjau Paku Hanya untuk Berfoto, Ini Faktanya

Awalnya, ia tidak merasakan sakit apa pun. Namun kondisi mulai berubah beberapa hari kemudian. 

Rasa nyeri di dada disertai sesak napas dan batuk mulai muncul.

“Awalnya rasanya biasa saja, tidak sakit. Tapi setelah beberapa hari mulai terasa sakit, dada sesak, batuk-batuk,” katanya.

Selama sekitar tiga hari Arsad menahan rasa tak nyaman tersebut. 

Hingga Kamis (29/1/2026), kondisinya memburuk dan ia akhirnya memutuskan pergi ke rumah sakit di Tembilahan. 

Dari sana, ia dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru karena benda asing diduga telah masuk ke paru-parunya.

Tim medis RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pun bergerak.

Baca juga: Dapat Bisikan Sosok Wanita, Pria di Indramayu Makan 70 Paku dan Jarum Pentul, Ada yang Berkarat

Dokter spesialis paru, dr. Nori Purnama, Sp.P, menjelaskan Arsad dirujuk dari RSUD Inhil pada Selasa (3/2/2026).

Saat itu, kondisi pasien dinilai cukup serius karena paku telah berada di dalam tubuh sejak 26 Januari 2026 atau sekitar sembilan hari.

“Pasien langsung kami tangani karena dikhawatirkan paku sudah mulai berkarat. Semakin lama dibiarkan, risikonya semakin besar bagi paru-paru dan organ vital lainnya,” ujar dr. Nori.

Menariknya, paku tersebut berhasil dikeluarkan tanpa tindakan bedah. 

Tim medis menggunakan metode advanced laryngoscopy teknik minim risiko tanpa sayatan.

Menurut dr. Nori, kasus ini menjadi yang pertama di Provinsi Riau untuk benda asing berupa paku yang masuk hingga ke paru-paru. 

Meski demikian, RSUD Arifin Achmad telah memiliki pengalaman menangani kasus serupa.

“Kami pernah menangani benda asing seperti jarum pentul yang masuk ke tenggorokan. Pengalaman itu sangat membantu sehingga penanganan bisa dilakukan cepat dan tepat tanpa operasi,” tuturnya.

Baca juga: Petugas Gabungan Sisir Ranjau Paku di Jalan DI Panjaitan Jaktim, Aman Setengah Kilogram Barang Bukti

Direktur RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Yusi Prastiningsih, menyebut keberhasilan ini sebagai capaian penting dalam pelayanan kesehatan. 

Namun ia menekankan pentingnya pencegahan dari sisi masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membiasakan menggigit atau meletakkan benda tajam maupun tumpul di mulut. Kebiasaan kecil tapi risikonya sangat besar,” paparnya.

Ia berharap kejadian yang dialami Arsad menjadi pelajaran bersama dan tidak terulang kembali di Riau.

(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.